Welcome to eko web blog

Sebuah Prinsip

Posted on: Agustus 9, 2011

tulisan ini sengaja saya posting hanya ingin menyampaikan pandangan dari seorang yang biasa-biasa saja tidak bermaksud menyinggung pembaca sekalian. sewaktu waktu saya ingin membacanya ada dan perasaan ini pernah ada dalam hati saya atau hati para pembaca sekalian terlepas itu hal yang menggembirakan bagi anda atau hal yang bertentangan bagi anda.

setiap insan yang hidup pasti mempunyai suatu prinsip dalam hidupnya. suatu prinsip biasanya bersifat mutlak dan tidak bisa dikonfromikan atau ditukar dengan apapun karena jika kita mendapati sesuatu hal yang bertentangan dalam suatu hal maka otomatis ada perasaaan yang muncul dengan sendirinya yang disebut dengan “kecewa”. kesenjangan dari prinsip ini boleh kita artikan antara jauhnya harapan kita dari kenyataan atau barangkali sedikit berbedanya hal yangkita inginkan terhadap hal yang ada. namun karena hal ini bersifat mutlak maka mau tidak mau perasaan ini akan muncul karena sikapnya tidak sesuai dengan prinsip kita.

adalah hal yang sangat kita ketahui bersama bahwa semua orang yang ada didunia ini adalah tidak sempurna. disatu sisi ada paragdigma hitam dalam hidup kita. disatu sisi ada paradigma putih dan suci dalam hidup ini. semua didunia ini tidak ada yang sempurna. contohnya kalau kita melihat sebuah cahaya putih kita akan senang sekali melihat indahnya warna putih ini karena identik dengan suci dan bersih. kalau kita selidiki lebih dalam ternyata warna putih tersebut terbentuk dari berbagai macam warna yang tergabung manjadi satu sehingga menjadi suatu cahaya putih yang terang bersinar suci dan bersih.

kita melihat suatu lingkarang yang dengan kelengkungannya yang sempurna, sehingga kita takjub akan keindahan sebuah lingkaran tersebut. kalau kita lihat secara detail ternyata lingkaran yang indah itu terbentuk dari jutaan suatu garis tak beraturan yang menyatu hingga terbentuk suatu pola sudut yang kalau kita hitung jumlah sudut dalam lingkaran itu tidak akan bisa kita hitung.

sahabatku semua, kita tentunya selalu ingin mengharapkan suatu kesempurnaan entah itu sepperti lingkaran sempurna tadi atau sebuah cahaya yang berasal dari sinar putih. sudah barang tentu kalau kita mengharapkan kesempurnaan maka kita tidak akan menemukan didunia ini karena hal yang sempurna itu hanyalah milik allah tuhan yang maha kuasa. maka dari pada itu syukurilah apa yang ada didekatmu karena dengan bersyukur insya allah nikmat itu akan ditambah.

bagaimana kita menyikapi ketidaksempurnaan orang yang kita harapkan sempurna, jawabannya tidak akan mungkin, karena balik lagi kepernyataan diatas karena kesempurnaan hanya limik tuhan, lantas bagaimana menyikapinya. simple anda tinggal melihat kesebuah cermin, lihatlah anda dari berbagai perspektif, andapasti juga makhluk dan tentunya tidak sempurna. berarti orang lain yang menginginkan anda juga akan merasa kecewa karena anda tidak sempurna.

ooleh karena itu lihatlah hal yang baik baik saja lihatlah kelebihannya saja dan tutupilah kelemahan dan kekurangan orang yang anda ingin sempurnakan karena insya allah dia akan juga berperilaku hal yang sama dia akan juga menghargai anda dan menerima kekurangan anda. dan bersyukurlah atas nikmat yang diberikan allah. jikalau seseorang yang anda cintai tidak menghargai kelemahan dan ketidaksempurnaan anda, maka bersabarlah dan pamrihlah serta ikhlaslah karena rasa syukur dan cinta datangnya dari allah dan merupakan anugerah allah dan allah akan menunjukkan kebaikan dalam hati dan hidupmu. tawakkaltualallah.

jazakallah.

2 Tanggapan to "Sebuah Prinsip"

Jadi merasa bersyukur.
Terimakasih pak, artikelnya menginspirasi saya.

u’re welcom hafidz.. semangat selalu yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: