Welcome to eko web blog

Apakah HSDPA + HSUPA + HSOPA

Posted on: Januari 8, 2010

Teknologi HSDPA adalah turunan dari layanan 3G. Ada yang menyebut sebagai super 3G sehingga di kategorikan di kelas 3G. Tapi kerap pula disebut 3,5G, karena teknologi ini memiliki data transfer rate yang lebih tinggi dari 3G. HSDPA yang digunakan Indosat, secara teori mampu menggenjot data transfer hingga 3,6 megabyte per detik (mbps). Dalam pengembangannya, bahkan kecepatan transfer data itu bisa ditingkatkan hingga 14 mbps. Bandingkan dengan 3G tahap awal, yang cuma bisa berlari sekencang 384 kbps saja.
Lalu mengapa operator 3G rata-rata turut menyediakan HSDPA? Salah satu alasannya adalah, HSDPA memang berjalan di frekuensi yang dipakai 3G. Pengembangan dari 3G ke HSDPA pun tak terlalu memerlukan investasi besar di hardware dan software. Untuk menggelar HSDPA, operator 3G tak perlu mengganti jaringan yang ada karena keduanya bisa diterapkan di standar UMTS 5 Mhz. Hal ini mirip saat GPRS yang dikenal sebagai 2,5G dikembangkan ke EDGE (enhanced data rates for GSM evolution), disebut juga teknologi 2,75G. Kemampuan speed datanya bisa ditingkatkan tanpa harus pindah frekuensi dan lisensi.

Sederhananya, bisa dibilang HSDPA memanfaatkan kanal baru 3G yang disebut high speed downlink shared channel (HS-DSCH). Kanal baru ini bisa beroperasi dalam arah yang berbeda dari jalur kanal 3G yang ada. Penambahan kanal berupa implementasi adaptive modulation and coding (AMC), hybrid automatic repeat reQuest (HARQ), fast packet scheduling, retransmission protocol dan fast cell selection (FCS), yang dikendalikan Medium Access Control (MAC) di BTS node B (BTS yang berkemampuan 3G). HS-DSCH sendiri difungsikan untuk proses downlink data ke ponsel. Sedang untuk proses uplink, kemampuan HSDPA tak bisa sebesar downlinknya, yang di atas kertas hanya mampu digenjot sampai 2 mbps.

Ada tiga jenis kanal fisik dalam jaringan HSDPA. Yakni, high speed data physical downlink shared channel (HS-PDSC), high speed shared control channel (HS-SCCH) dan high speed dedicated physical control channel (HS-DPCCH). HS-PDSCH mengadopsi adaptive modulation QPSK (quadrature phase shift keying) atau algoritma fase modulasi yang sudah ada, dan 16 QAM (quadrative amplitude modulation), yakni empat amplitude empat fase yang memungkinkan penggunaan data rate tinggi di bawah kondisi jaringan radio yang bermacam-macam.

Manfaat dan Pengembangan HSDPA
Dengan kemampuannya menggeber transfer data hingga angka megabyte per detik, tentu banyak yang bisa dimanfaatkan dari teknologi ini. Kemampuan akses utama HSDPA mencakup voice path (video telephony) dan packet data path seperti TV broadcasting. HSDPA memanfaatkan keunggulan coverage 3G yang luas, dan aplikasi bisa dinikmati dalam kondisi kendaraan berkecepatan tinggi. Dengan bandwidth besar, HSDPA secara umum pas digunakan oleh pelanggan korporat yang membutuhkan akses data berkecepatan tinggi dengan unsur keamanan yang terjamin. Untuk konsumen umum, menikmati fasilitas video streaming dan gaming dipastikan lebih baik kualitasnya. Esensi dari layanan IP based adalah akses browsing internet yang pasti memuaskan.

Sampai saat ini, HSDPA sudah digunakan di 39 negara oleh 64 operator termasuk di Indonesia. Ke depan HSDPA pun masih sanggup dikembangkan menjadi HSUPA (high speed uplink packet access). Teknologi HSUPA digolongkan sebagai 3,75G, menawarkan turbo akses berupa kecepatan uplink hingga 5,8 Mbps. Ini sebuah loncatan tinggi dalam segmen uplink. Sebagai perbandingan, standar 3G awal (release 99) memiliki kecepatan simetris hanya 384 Kbps untuk uplink dan downlink. Lepas dari HSUPA, masih ada lagi evolusi dari 3G, yakni HSOPA (high speed OFDMA packet access) yang juga merupakan bagian dari konsep 3GPP LTE (long term evolution). OFDMA (orthogonal frequency division multiplexing), yakni sebuah teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Sedikit berbeda dengan HSDPA dan HSUPA, untuk HSOPA membutuhkan air interface system baru yang kompatibel dengan jaringan 3G. Bandwidth yang dibutuhkan mulai dari 1,25Mhz hingga 20Mhz, kemampuan transfer data pun dalam teori mampu dikebut 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: